Pengemasan Ikan Segar Dengan Plastik Vacuum

Pengemasan Ikan Segar Dengan Plastik Vacuum

Pengemasan Ikan Segar Dengan Plastik Vacuum – Pengemasan Vacuum merupakan metode pengemasan dengan cara mengeluarkan udara dari kemasan. Setelah itu kemasan ditutup rapat untuk membuat kondisi Vacuum terjadi di dalam kemasan tersebut. Pengemasan Vacuum banyak digunakan di industri – industri makanan. Karena efektivitasnya dalam menekan reaksi oksidasi yang terjadi di dalam makanan dengan biaya yang relative / cenderung rendah (murah). Pengemasan Vacuum biasa dipakai pada produk beku bahkan produk dengan perlakuan panas (heat-treated products). Pengemasan Vacuum juga sangat efektif dalam menekan pertumbuhan bakteri pembusuk tertentu. Akan tetapi penggunaannya tidak direkomendasikan untuk produk ikan yang di bekukan (refrigerated fish).

Pengemasan Ikan Segar Dengan Plastik Vacuum

Bakteri psikotropik seperti Pseudomonas, Flavobacterium, Micrococcus, dan Moraxella menghasilkan trimethylamine, total volatile bases nitrogen (TVB-N), hypoxanthine, dan ammonia yang sering juga digunakan sebagai indikator kebusukan secara kimia yang paling umum. Menurut Reddy & Armstrong (1992) saat pengemasan Vacuum pertumbuhan bakteri pembusuk aerob yang ada akan dihambat oleh kondisi lingkungan anaerob pengemasan Vacuum. Pada produk yang telah dikemas menggunakan Vacuum, oksigen yang tersisa digunakan oleh bakteri aerob yang ada untuk menghasilkan karbondioksida. Kondisi seperti ini cenderung menyebabkan potensial oksidasi – reduksi permukaan (Eh) menjadi negatif. Genigeorgis (1985) berpendapat bahwa perubahan atmosfir dan perubahan Eh permukaan menekan pertumbuhan bakteri pembusuk psikotropik aerob. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan organisme anaerob fakultatif seperti bakteri asam laktat yang memperlambat proses pembusukan.

Pengemasan Ikan Segar Dengan Plastik Vacuum ternyata memberikan efek membantu pertumbuhan Lactobacillus. Johannsen (1965) melihat bahwa Lactobacillus membentuk peroksida dan asam yang bersifat sebagai senyawa antimikrobia”.

Pada beberapa penelitian diketahui bahwa kondisi saat pengemasan Vacuum menyebabkan tumbuhnya beberapa organisme penghasil toksin seperti Clostridium botulinum. Namun pada faktanya Wilhelm (1982) menemukan bahwa Botulism bisa timbul kebanyakan pada produk yang tidak melewati tahap sterilisasi. Selain itu juga timbul karena produk yang tidak asam (nonacid products) yang berada pada kondisi anaerob pada temperatur diatas 3°C.

Baca Juga : Tips Menyimpan Daging Dengan Plastik Vacuum

Berikut beberapa alasan mengapa ikan yang dikemas secara Vacuum mungkin tidak menjadi toksik untuk konsumen. Clostridium botulinum perlu substrat yang direduksi untuk bisa tumbuh. Pengurangan oksigen dari lingkungan dapat menciptakan kondisi tersebut. Akan tetapi Johannsen (1965) mencatat bahwa ada beberapa senyawa oksidator yang secara alami dapat menghilangkan efek level oksigen yang cukup rendah. Kompetisi mikroorganisme sendiri bisa memberikan efek penghambatan pada Clostridium botulinum. Pengemasan Vacuum ternyata memberikan efek membantu pertumbuhan Lactobacillus. Johannsen (1965) melihat bahwa Lactobacillus membentuk peroksida dan asam yang bersifat sebagai senyawa antimikrobia. Zak (1970) juga menemukan bahwa pada beberapa ikan, contohnya seperti haddock, secara alamiah mengandung polipeptida antimikrobia yang menghambat pertumbuhan C. botulinum. Polipeptida antimikrobia juga ditemukan ada pada spesies ikan yang lain.

Demikian penjelasan mengenai teknik Pengemasan Ikan Segar Dengan Plastik Vacuum, untuk informasi mengenai plastik vacuum atau mesin vacuum, selengkapnya Anda dapat menghubungi kontak 0812.1986.8387 atau 0815.981.1818. Bisa juga mengunjungi website Freshpack plastikvacuum.com.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *